Agar Al-Qur’an Menjadi Obat

Share on facebook
Share on telegram
Share on whatsapp
Share on email

Oleh : Ust. Endang Setiawan

 

1. Tidak memiliki keyakinanan (keimanan) yang kuat terhadap Al-Qur’an

Al-Qur’an itu akan menjadi obat hanya untuk orang yang yakin saja. Yakin adalah kunci dasar agar Al-Qur’an bisa menjadi obat.

Sama halnya ketika berdoa, jika kita tidak yakin doa kita akan diijabah maka Allah pun tidak akan mengijabah doa kita. Allah sesuai dengan prasangka hambanya.

Mengapa shahabat Said Al-Kudri bisa meruqyah dengan surat Al-Fatihah? Karena beliau memiliki keyakinan yang tinggi terhadap Al-Qur’an. Suatu hari ada seorang sahabat datang menemui Rasulullah SAW sembari membawa orang gila. Lantas sahabat itu berkata : “ya Rasulullah SAW orang ini sakit, tolong disembuhkan, ya Rasul ! Rasulullah SAW berkata kepada orang gila tersebut “membalik badan lah kamu wahai fulan !”

Lalu ditepuk satu kali pundaknya. Dan dengan izin Allah SWT orang gila tersebut sembuh.

2. Bacaan yang tidak sesuai dengan kaidah

Mengapa Al-Qur’an yang kita baca tidak menjadi obat ?

Bisa jadi karena bacaan Al-Quran yang kita baca belum dengan ilmu yang sesungguhnya.

Imam Jazari pernah mengatakan “seorang muslim membaca Al-Qur’an dengan tajwid maka hukumnya wajib. Barang siapa tidak memakai tajwid maka hukumnya berdosa.”

Dipertemuan pertama kemarin, sudah saya sampaikan tentang rukun bacaan, yaitu :

Rukun Bacaan :

            1. Sesuai dengan kaidah bahasa Arab.

            2. Sesuai dengan rasm utsmani.

            3. Bacaannya shahih, masyhur dan tidak cacat.

Mari kita introspeksi diri, jangan-jangan bacaan kita selama ini belum sesuai dengan kaidah tajwid yang sesungguhnya?

Maka mulai dari saat ini, yuk kita belajar tahsin, mulai dari hal yang termudah yaitu surat Al-Fatihah lalu surat-surat pendek juz 30. Agar bacaan alquran yang kita baca diterima oleh Allah SWT dan menjadi obat.

3. Makanan yang Haram

Allah SWT berfirman : “Hai orang-orang yang beriman makanlah yang baik-baik dari apa yang sudah dirizkikan kepada kalian”. (Al-Baqarah : 172)

Dalam sebuah hadits Rasulullah SAW pernah berkisah, ada seseorang yang bepergian jauh dengan rambut kusut dan badan penuh debu.

Ia menengadahkan kedua tanganya ke langit dengan berdoa, “ya Rabbi, ya Rabbi…(dst) ” namun makanannya haram, minumannya haram, pakaiannya haram, dan mendapatkan makanan dari yang haram.

Maka dari mana doa yang dipanjatkan akan dikabulkan?

Saudaraku, jika bacaan Qur’an kita ingin menjadi obat marilah perbaiki hidangan makanan kita, pastikan apa yang kita makan halal lagi baik.

Ada sebuah kisah pada zaman Imam Ahmad bin Hanbal. Suatu hari ada anak raja yang sedang sakit (kemasukan jin). Lalu ada seorang utusan raja menemui Imam Ahmad.

“Wahai Imam, paduka meminta tolong agar engkau sudi menyembuhkan penyakit putrinya!”

Lantas Imam Ahmad berkata : “Wahai utusan, aku tidak ada waktu untuk menemui raja, itu di sana ada sandalku, tolong hadapkan ke orang sakit tersebut”

Lantas utusan tersebut membawa sandal sang Imam, tiba di istana lalu sandal tersebut di hadapkan kepada orang yang sakit tersebut. Dengan izin Allah orang yang kemasukan jin tersebut sembuh. Inilah kisah orang shaleh yang sangat mengagungkan.

Bukan sandal-lah yang menjadi pengaruh, namun pengaruh ruhiyah imam Ahmadlah yang menjadi penyebabnya.

Siapa yang tidak kenal dengan Imam Ahmad ? Beliau terjaga akhlak dan makanannya, serta sangat wara’ dalam bertindak.

Bagaimana dengan makanan yang masuk ke perut kita dan anak-anak kita?

4. Perbuatan Zhalim yang Dilakukan

Zhalim kebalikan dari adil. Setiap perbuatan yang merugikan, baik terhadap diri maupun orang lain, adalah zhalim.

Maka, marilah kita memperbaiki perbuatan perbuatan agar tidak ada yang merugikan diri dan orang lain agar bacaan Quran kita memiliki pengaruh yang kuat.

5. Dosa yang Mengotori Hati

Setiap dosa akan menimbul titik yang menutupi hati kita. Semakin banyak berbuat dosa maka akan menjadikan hati kita hitam atau keras. Inilah yang menghalangi terkabulnya doa. Bacaan Al-Quran laksana sebuah cahaya, cahaya akan terhalang karena noktah dosa yang kita perbuat.

Maka solusinya perbanyak taubat.

6. Hati yang Diliputi Kelalaian

“Dan orang-orang yang menjauhkan diri dari (perkataan dan perbuatan) sia-sia.” (QS. Al-Mukminun : 3)

Dampak perbuatan dosa dan kelalaian :

-Merugikan Ruhani dan Jasmani

-Terhalang mendapatkan ilmu

-Terhalang mendapatkan rizki

-Kelihatan murung di hadapan manusia

-Urusannya menjadi sulit

-Lemahnya keinginan berbuat baik

-Hilangnya rasa malu

-Menimbulkan kerusakan

-Merusak akal

-Menyebabkan kehinaan

Demikian materi yang dapat saya sampaikan malam ini. Semoga bermanfaat.

Semoga Allah bimbing kita untuk terus memperbaiki diri; agar bacaan al-quran kita berpengaruh pada kualitas hati dan keimanan kita. Aamiin.

Wassalamu’alaikum wr wb

Leave a Replay

Tentang Kami

Yayasan Ibnu Hajar Cendekia adalah lembaga pendidikan berbasis Al-Qur’an mulai anak-anak usia dini 3.5 tahun, hingga usia dewasa. Berpusat di Depok, Jawa Barat.

Kiriman Terbaru

Ikuti Kami

One Minute Booster

WhatsApp Hubungi Kami