Aqil bin Abu Thalib ; Seorang Yang Sangat Dicintai Nabi

Nama dan nasab Aqil adalah Aqil bin Abu Thalib bin Abdul Muthalib bin Hisyam bin Abdu Manaf bin Qushay (Ibnu Saad: ath-Thabaqat al-Kubra, 4/31). Dia adalah seorang Quraisy dari klan Bani Hasyim (Abu Hatim: al-Jarh wa at-Ta’dil, 6/218). Putra dari paman Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam, Abu Thalib. Dan saudara seayah dengan Ja’far bin Abu Thalib dan Ali bin Abu Thalib.

Sebelum memeluk Islam, Aqil turut serta dalam Perang Badr. Saat itu ia berada di pihak kaum musyrikin. Mereka memaksanya untuk berangkat. Di akhir peperangan, ia tertawan. Kemudian ditebus oleh pamannya, Abbas bin Abdul Muthalib (Ibnu Saad: ath-Thabaqat al-Kubra, 4/32). Setelah bebas dari tawanan, ia kembali ke Mekah dan memeluk Islam sebelum terjadi Perjanjian Hudaibiyah (Ibnu al-Atsir: Asad al-Ghabah, 4/61). Ia terus menetap di Mekah sampai kemudian hijrah ke Madinah di tahun 8 H.

Keutamaannya

Aqil bin Abu Thalib radhiallahu ‘anhu adalah seorang yang fasih lisannya dan mantab jawabannya (az-Zarkili: al-A’lam, 4/242). Orang-orang Quraisy menyatakan bahwa ia adalah orang yang paling tahu tentang sejarah Quraisy. Tapi ia tak menyukai gelaran ini. Mengapa? Ia menganggap kalau mengetahui seluk-beluk Quraisy, seolah-olah meridhai kejahatan mereka di masa lalu.Dulu, orang-orang berkumpul menemui Aqil untuk mempelajari nasab bangsa Arab dan sejarah mereka (ayyamulArab).

Wafatnya

Di akhir hayatnya, Aqil bin Abu Thalib radhiallahu ‘anhu mengalami kebutaan. Ia wafat di masa pemerintah Muawiyah bin Abu Sufyan radhiallahu ‘anhuma (Ibnu Saad: ath-Thabaqat al-Kubra, 4/33), di usia 50-an tahun.

Ia memiliki rumah yang besar di Baqi dan keluarga yang besar pula. Sampai-sampai dinisbatkan pada mereka Bani Aqil (az-Zarkili: al-A’lam, 4/242).

Dikutip dari kisahmuslim.com

Leave a Replay

WhatsApp Hubungi Kami