Mush’ab bin Umair ; Teladan Bagi Pemuda Islam

Mush’ab bin Umair dilahirkan di masa jahiliyah, empat belas tahun (atau lebih sedikit) setelah kelahiran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, tepatnya pada 585 M.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Aku tidak pernah melihat seorang pun di Mekah yang lebih rapi rambutnya, paling bagus pakaiannya, dan paling banyak diberi kenikmatan selain dari Mush’ab bin Umair.” (HR. Hakim).

Mush’ab bin Umair yang hidup di lingkungan jahiliyah; namun Allah beri cahaya di hatinya, sehingga ia mampu membedakan manakah agama yang lurus dan mana agama yang menyimpang. Dengan sendirinya ia bertekad dan menguatkan hati untuk memeluk Islam. Ia mendatangi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam di rumah al-Arqam dan menyatakan keimanannya.

Perannya Dalam Dakwah Islam

Berjuang bersama umat Muslim saat itu menjadi duta dakwah pertama, atas taufik dari Allah jadikan kemudian buah dakwah Mush’ab, bahwa Madinah menjadi tempat pilihan Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dan para sahabatnya hijrah. Dan kemudian kota itu dikenal dengan Kota Nabi Muhammad (Madinah an-Nabawiyah). Mush’ab bin Umair kerap menjadi pemegang bendera Islam di peperangan. Ia syahid pada perang Uhud. Saat itu usianya 40 tahun.

Hikmah Dari Kisah Mushab bin Umair r.a

Mush’ab telah mengajarkan bahwa dunia ini tidak ada artinya dibanding dengan kehidupan akhirat. Ia tinggalkan semua kemewahan dunia ketika kemewahan dunia itu menghalanginya untuk mendapatkan ridha Allah.

Mush’ab juga merupakan seorang pemuda yang teladan dalam bersemangat menuntut ilmu, mengamalkannya, dan mendakwahkannya.

Diambil dari kisahmuslim.com

Leave a Replay

WhatsApp Hubungi Kami