Sumur Tua Berusia 1400 Tahun

                Ketika banyak hal, seperti bangunan atau area tertentu yang termakan usia, kerap  dikait-kaitkan dengan hal-hal mistis oleh sebagian masyarakat Indonesia, kini kita ikuti sekelumit cerita tentang sebuah sumur berusia 1400 tahun lebih yang ramai menjadi perbincangan khalayak.

                Kisah Sejarah Islam juga pernah bercerita tentang sumur tua yang kini ditumbuhi ribuan pohon ini lebih dari sekadar bangunan tua karena kisah di balik sumur tersebut, yang mana pada masanya digunakan sebagai sumber air satu-satunya bagi masyarakat setempat. Para kaum pendatang di kota tersebut yang tak terbiasa untuk membeli bahkan mengantri hanya untuk mendapatkan air, tentu menghadapi kondisi yang cukup memprihatinkan.

                Hingga seseorang diantara para pendatang itu pada suatu waktu, dengan kecerdasannya dapat membeli sumur tersebut. Dan membagikannya secara gratis tak hanya pada kaumnya, akan tetapi juga pada penduduk lainnya. Hingga mulai sejak hari itulah sampai dengan saat ini, dari sumur tersebut banyak mendatangkan kebaikan. Ribuan pohon kurma yang berbuah, terus dikelola dan sebagian hasilnya masuk ke dalam sebuah rekening orang yang membeli sumur tersebut.

                Dialah sang khalifah Utsman bin Affan radiyallahu ‘anhu sosok lelaki dari kaum Muhajirin , dengan kisah wakaf atas sumur Raumahnya di kota Madinah.

                Berangkat dari kisah sejarah Islam inilah, hal serupa juga terjadi di suatu pelosok Kabupaten di Jawa Barat. In syaAllah dengan niat mencari ridho Allah, seorang muhsinin menitipkan sebagian hartanya untuk penggalian sebuah sumur bagi keperluan operasional Pondok Penghafal Qur’an Ibnu Hajar Sukabumi nantinya, dan bagi warga sekitar umumnya.

                Yang atas izin Allah, dari tiap aliran airnya senantiasa dicatat sebagai suatu amal kebaikan bagi dirinya hingga Hari Akhir kelak. Masya Allah, betapa suatu perniagaan yang beruntung jika harta kita dibelanjakan di jalan Allah. Yang pada tiap kebaikan serupa  dengan sebutir benih yang menumbuhkan tujuh bulir, pada tiap-tiap bulir: seratus biji.

                Sahabat juga in syaAllah berkesempatan untuk mendapatkan kebaikan dan pahala yang serupa, dengan ikut mendukung pembangunan Pondok Penghafal Qur’an Ibnu Hajar Sukabumi. Sebuah pondok tahfizh yang nantinya juga mengakomodasi para yatim & dhuafa menghafal Qur’an secara gratis. Yuk berwakaf !

Leave a Replay

WhatsApp Hubungi Kami